New! Academic information. Please login first.
Login
Bagi Wali Santri, utk mendapatkan Account, kirim pesan dengan klik di Sini.

Member Online

No users online

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday102
mod_vvisit_counterYesterday97
mod_vvisit_counterThis week494
mod_vvisit_counterThis month290
mod_vvisit_counterAll85168

Total Users

69 registered
0 today
0 this week
0 this month
Last: alisadikin

Random Video Kultum

Kultum Santri / Santriwati

"Jujur dengan kesalahan diri sendiri dan ubahlah. Inilah dua solusi terefektif bila penderitaan sedang datang. Intinya, koreksi, koreksi dan koreksi. Selanjutnya, perbaiki, perbaiki dan perbaiki. Insya Allah tidak ada penderitan yang bakal lama-lama bersemayam di dalam kehidupan kita".
(dari buku: Wisata Hati - Temukan Penyebabnya, Temukan Jawabannya. 10 penyebab kesulitan diri & Istidraj - Yusuf Mansur)
 

----------------------------------------------------- ABOUT US ------

DAARUL QUR'AN INTERNASIONAL

Image


DAARUL QUR'AN INTERNATIONAL SCHOOL was established in January 2005 under the
assistance of Wisata Hati Foundation. During that time the school operated on one campus
it is in Bulak SantriPondok Pucung Karang Tengah Tangerang. This school is intended
to misfortunate andmarginalized people from a range of regional areas in whole
Indonesian archipelago.

 

To create cadres of Islamic scholars in the future equipped with

  • The ability of Tahfidz Qur'an and its best understanding on tafsir
  • Awareness to perform Dhuha prayer, Tahajud, Ba'diyah and Qobliyah, Jamaa'ah on time
  • And best understanding of Islam particularly to the emphasis on above mentioned
    and the use of giving for himself and others.

Presently operational expenses are supported from several donors collected via Wisata Hati
Foundation. As time goes long we perceive that we can't be reliant on donors on and on.
For that reason, during January 2008, one campus established and merged in order that
this commercial school is able to do cross subsidy to support the first school. In addition,
it is the manifestation in response to jamaa'ah of Ust Yusuf Mansur that today's
ummah in archipelago is expecting "A good school for the best children in future".

Under the name of Daarul Qur'an International School located on Jalan Tamrin, Ketapang
RT01/05 Kel. Ketapang Kec. Cipondoh Tangerang, Banten Province hopefully this school
becomes model for others.

Read more...
 


Hot News
ONE DAY ONE AYAH; Menghafal Quran Bikin Hidup Lebih Hidup
Written by Fauzan   
Saturday, 01 November 2008

Masagus A. Fauzan

(Staf Pengajar Tahfizh al-Quran

di Sekolah Daarul Quran Internasional Tangerang)

 

 

 

Pada akhir-akhir ini ada perkembangan yang cukup menggembirakan, dengan tumbuhnya lembaga-lembaga kealqur'anan, baik kecil maupun besar, baik swasta maupun yang memiliki keterkaitan dengan pemerintah setempat. Bahkan, statistiknya menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Begitu juga, di sekolah-sekolah umum unggulan yang berbasis Islam (biasanya menggunakan istilah "Islam Terpadu", seperti SDIT), menggunakan tahfizh (hafalan al-Quran), sebagai salah satu program unggulan dan menjadi core kompetensinya. Tentu saja, ini merupakan suatu perkembangan yang positif, terutama dalam upaya memelihara otentisitas al-Qur'an.

Bercermin kepada para ilmuan Muslim di zaman keemasan Islam, seperti Imam Syafi’i, Ibnu Sina, dan seterusnya mereka adalah ilmuan Muslim yang berpijak di atas fondasi tahfizh yang kuat. Imam Syafi’i, seorang pendiri mazhab Syafi’iyyah yang cukup berpengaruh di Indonesia, telah hafal al-Quran sejak usia 7 tahun. Begitu juga Ibnu Sina, seorang pakar kedokteran, sudah hafal al-Quran sejak usia 9 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa tahfizh al-Quran sangat penting sebagai fondasi keilmuan di bidang agama dan keilmuan lainnya. Ulama terdahulu mensyaratkan hafalan al-Qur'an sebagai awal pembelajaran sebelum mempelajari ilmu-ilmu lain.

Sungguh disayangkan, masih banyak orang tua di masa sekarang yang kurang memperhatikan tahfizh al-Quran untuk anak-anaknya. Padahal, harus diakui bahwa yang paling siap untuk melakukan kajian-kajian keilmuan, khususnya kealqur'anan adalah siswa yang hafizh. Disamping itu, hafalan al-Quran akan memberikan energi positif dalam konteks pengamalan ilmunya. Indikasi ini bisa dilihat dari sosok ilmuan Muslim generasi keemasan Islam di atas.

Read more...
 
Artikel
Written by Administrator   
Wednesday, 22 October 2008

SUASANA TAHFIZH AL-QURAN DI SDQ I

Oleh: Masagus A. Fauzan 

 

Di masjid Darul Quran yang terletak di komplek Sekolah Darul Quran Internasional (SDQI), kita dapat melihat beberapa orang remaja sedang menghafalkan alquran, di bawah bimbingan beberapa orang guru. Mereka adalah murid kelas VII dan kelas XI SDQI. Dengan suara mereka yang lembut, mereka menghafal ayat demi ayat alquran, sambil kepala mereka bergoyang-goyang mengikuti irama bacaan. Sungguh pemandangan yang sangat sedap dipandang. Sementara itu, dengan mata terpejam, seorang laki-laki berwajah jernih, berkumis dan berjenggot tebal, memakai peci, berbaju koko, menyimak hafalan murid-muridnya. Tentu saja semuanya dilakukan di luar kepala.

Pemandangan menarik di dalam masjid ketika jam tahfizh masuk anak-anak secara teratur kumpul di kelompoknya masing-masing membentuk sebuah lingkaran. Seluruhnya berjumlah 7 kelompok putera dan 4 kelompok puteri. Satu kelompok terdiri dari 7 hingga 10 orang anak.

Ketika “menyetorkan” hafalan, seorang murid duduk bersila di hadapan gurunya yang duduk bersila sambil bersandar di tiang masjid. Lutut mereka saling bersentuhan, dan dengan suara pelan tetapi sangat jelas, sang murid membacakan ayat demi ayat yang sudah dihafalnya di rumah.

Anak-anak yang berusia belasan tahun terlihat baru memulai hafalan mereka.  Dari bibir mereka meluncur ayat-ayat alquran dengan makhraj yang bagus. Panjang-pendeknya lafal, mereka ucapkan dengan tepat, sehingga membentuk irama yang muncul bagaikan air mengalir, alamiah, dan tidak dibuat-buat. Makhraj dan tajwid, memang merupakan syarat utama yang harus dikuasai terlebih dahulu sebelum seorang anak memulai kegiatan menghafal alquran. Untuk itu, terdapat beberapa orang guru yang secara khusus mengajar tahsin qiraati.

Seorang murid memperoleh bimbingan tiga kali dalam sehari, dilakukan antara waktu Maghrib dan Isya’, Subuh hingga terbit fajar, dan ba’da Zuhur. Bimbingan di masjid Darul Quran itu, biasanya hanya merupakan pengecekan terhadap hafalan para murid. Sebab, pada hari sebelumnya, guru memberikan tugas kepada mereka untuk menghafalkan sekian ayat, yang kemudian mereka “setorkan” kepada gurunya di masjid pada waktu yang telah ditetapkan. Artinya, kegiatan menghafal alquran itu sendiri mereka lakukan di kamar, di bawah pohon, dan taman, sedangkan yang di masjid hanya “setoran”.

Para murid harus terlebih dahulu “kawin” dengan alquran. Artinya, dia harus memiliki mushaf khusus dan tidak boleh menghafal dengan berganti-ganti mushaf. Dia harus hafal jumlah halaman mushafnya, jumlah ayat dalam setiap juz dan halaman, dan mesti hafal pula awal dan akhir setiap ayat yang terdapat dalam setiap halaman.

Langkah pertama menghafal alquran di SDQI, siswa menghafal surah-surah pendek yang termasuk di Juz ‘Amma dan surah-surah pilihan seperti Al-Waqi’ah, Ar-Rahman, Yasin dan al-Mulk. Hal ini bertujuan untuk membiasakan para siswa menghafal secara bertahap dari surah pendek baru kemudian masuk ke surah panjang yang berada di bagian depan mushaf.

Kebiasaan ini juga terjadi di beberapa lembaga tahfizhul al-Quran terutama pulau Jawa. Sebelum memulai menghafal surah al-Baqarah, diharuskan terlebih dahulu menghafal surah-surah tertentu sebagai pendahuluan atau warming up: Surah al Sajdah, Surah Yasin, Surah al Dukhan, dan Surah al Mulk. Akan tetapi, kebiasaan ini tidak berlaku mutlak.

Dalam satu hari murid diharuskan menghafal minimal 3 ayat. Di antara metode yang diterapkan untuk menghafal adalah musyafahah atau talaqqi. Bentuknya adalah guru membaca ayat yang akan dihafal kemudian murid membaca seperti bacaan guru. Selain itu

Untuk lebih menambah daya tarik dan daya cepat menghafal, siswa dapat mendengar murattal syeikh yang telah direkam dalam kaset, CD/DVD murattal, al-mushaf al-mu‘allim, program Qur'an Playyer 2.2, Qari CD, read boys for tahfiz. Diantara syeikh yang sudah merekam seperti Mahmud Khalîl al-Husari, ‘Abd al-Rahman al-Huzaifi, Muhammad Ayyûb, Muhammad Shiddîq al-Minsyâwi, Abd al-Rahman al-Sudais, al-Syuraim, Sa‘ad al-Ghâmidî, ‘Abdullâh al-Matrûd dan lain-lainnya. Caranya yaitu dengan mendengar tilawah syeikh-syeikh tersebut dalam CD Player, MP3, MP4, komputer, walkman, dan lain-lain. Kaset atau CD diputar sesuai surat yang akan dihafal kemudian diulang-ulang. Setelah beberapa kali diulang, murid mengikuti bacaan tersebut sambil memperhatikan apakah ada yang salah atau kurang, demikian seterusnya sampai hafal. Setelah itu baru membaca sendiri tanpa bantuan media.

Sedangkan untuk muraja’ah (mengulang hafalan), siswa diajak melakukan latihan atau exercise menulis ayat yang telah dihafal di atas kertas kosong. Selain itu agar lebih mengasyikkan, siswa diberikan lembaran latihan berupa alquran yang tinggal diisi kata bantunya seperti mengisi TTS (Teka-Teki Silang). Dalam mengulang hafalan, murid cukup membaca kata bantu ayat di depan, di tengah dan di ujung, kemudian menyambungkannya berdasarkan hafalan yang dimiliki. Metode ini dikembangkan di sekolah ini karena pernah dipraktekkan oleh Ustaz Yusuf Mansur dan sudah terbukti mampu memperlancar hafalan. 

           

 


 

Read more...
 

Registration Info

 REGISTRATION INFO SCHOOL SCHEDULE
 

Live Chat

User Chat Online

No users online

Random Quran Verse

Displaying:
Srh. Ta-Ha (20)
Ayat 95
 Listen to this ayat (verse)  ÞóÇáó ÝóãóÇ ÎóØúÈõßó íóÇ ÓóÇãöÑöíøõ
20.95 . ( Moses ) said : And what has thou to say , O Samiri?

[ Srh. Ta-Ha : 95 ]

Prayer Times

Untitled Document  

Online Dictionary

Eventing

September 2010
MonTueWedThuFriSatSun
  12345
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      
Jan  Feb  Mar  Apr  May  Jun  
Jul  Aug  Sep  Oct  Nov  Dec  

Who's Online